Sidoarjo-jejakkasus.info,-
Pilihan Gubernur (Pilgub) Jatim yang diselenggarakan di Sidoarjo diwarnai
kericuhan. Pendukung salah satu calon gubernur dan wakil gubernur menilai
penyelenggara pemilu melakukan kecurangan.
Ada beberapa coblosan pada nomor dua dari empat cagub dan cawagub, dianggap tidak sah saat dalam penghutungan di tingkat TPS. Para saksi dan pendukung cagub nomor dua melakukan protes hingga memporakporandakan meja kursi TPS.
Tak hanya merusak lokasi TPS yang ada. Massa yang berjumlah sekitar 500 itu juga melakukan penghadangan terhadap mobil petugas yang mengangkut kotak suara untuk dibawah ke KPUD Sidoarjo.
Beruntung setelah pendekatan petugas kepada para demosntran berhasil, akhirnya massa yang semula sudah akan menggulingkan mobil petugas, bisa dilerai dan mobil petugas bisa meneruskan perjalanan ke KPUD Sidoarjo.
Meski meloloskan mobil petugas pengangkut kotak suara, massa tidak berhenti disitu. Melainkan massa ganti menyerbu kantor KPUD Sidoarjo hingga terjadi kericuhan dan bentrok massa dengan petugas yang berjaga dilokasi. Kejadian diatas, adalah bagian dari simulasi penanganan Pilgub Jatim yang diselenggarakan di Sidoarjo.
"Ini bagian dari antisipasi kerusuhan dan persiapan pengamanan Pilgub Jatim yang diselenggarakan di Sidoarjo," ucap Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki usai menyaksikan simulasi di halaman Mapolres Sidoarjo Senin (8/7/2013)..
Personil Polres Sidoarjo yang diterjunkan untuk pengamanan sekitar 4000 TPS, diseluruh Sidoarjo, melibatkan sekitar 800 anggota. "Untuk penjagaan di kantor KPUD, akan dilakukan selama 24 jam," terangnya dengan berharap kepada semua warga Sidoarjo untuk arif dalam menghadapi pemilu dan hasil yang ada
Ada beberapa coblosan pada nomor dua dari empat cagub dan cawagub, dianggap tidak sah saat dalam penghutungan di tingkat TPS. Para saksi dan pendukung cagub nomor dua melakukan protes hingga memporakporandakan meja kursi TPS.
Tak hanya merusak lokasi TPS yang ada. Massa yang berjumlah sekitar 500 itu juga melakukan penghadangan terhadap mobil petugas yang mengangkut kotak suara untuk dibawah ke KPUD Sidoarjo.
Beruntung setelah pendekatan petugas kepada para demosntran berhasil, akhirnya massa yang semula sudah akan menggulingkan mobil petugas, bisa dilerai dan mobil petugas bisa meneruskan perjalanan ke KPUD Sidoarjo.
Meski meloloskan mobil petugas pengangkut kotak suara, massa tidak berhenti disitu. Melainkan massa ganti menyerbu kantor KPUD Sidoarjo hingga terjadi kericuhan dan bentrok massa dengan petugas yang berjaga dilokasi. Kejadian diatas, adalah bagian dari simulasi penanganan Pilgub Jatim yang diselenggarakan di Sidoarjo.
"Ini bagian dari antisipasi kerusuhan dan persiapan pengamanan Pilgub Jatim yang diselenggarakan di Sidoarjo," ucap Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki usai menyaksikan simulasi di halaman Mapolres Sidoarjo Senin (8/7/2013)..
Personil Polres Sidoarjo yang diterjunkan untuk pengamanan sekitar 4000 TPS, diseluruh Sidoarjo, melibatkan sekitar 800 anggota. "Untuk penjagaan di kantor KPUD, akan dilakukan selama 24 jam," terangnya dengan berharap kepada semua warga Sidoarjo untuk arif dalam menghadapi pemilu dan hasil yang ada
Pria Sakti Presiden Jejak Kasus- Kontak: 0821-4152-3999
Tidak ada komentar:
Posting Komentar