Berita Perwakilan Papua Jejak Kasus

Selasa, 16 Juli 2013

KM Sabuk Nusantara 34, Tidak Becus Layani Trayek





                                                                     Laporan Jejak kasus Papua (Ferry)
Maluku Barat- www.jejakkasus.info – Sangat mengecewakan! Ribuan calon penumpang Terlantar di Maluku Barat Daya, di sebabkan Kapal Motor Sabuk Nusantara 34 tidak masuk ke pelabuhan dawelor kecamatan Dawelor Dawera kabupaen Maluku barat daya.
Sekitar 50 orang calon penumpang dari dua pulau tersebut yang biasa di kenal dengan nama kepulauan Amerere jadi terlantar, Padahal calon penumpang yang akan berangkat tersebut sudah bersiap siap di pantai dan menunggu kapal tersebut untuk berlayar bersama kapal tersebut menuju saumlaki dan ambon. 

Bahkan banyak penumpang yang akan berlayar menuju jakarta dan timika papua mengingat musim liburan sekolah dan tahun ajaran baru maka sebagian penumpang tersebut adalah siswa siswa yang akan kembali sekolah maupun yang baru mau melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di berbagai kota. 

Namun apalah daya, kapal tersebut hanya melewati depan kedua pulau tersebut dan langsung menuju pelabuhan saumlaki tanpa menghiraukan calon penumpang yang sedang menunggu kapal tersebut, juga nasib para siswa tadi. Mungkin akan ada yang putus sekolah karena terlambat balik ke sekolahannya dan yang pasti banyak siswa yang tidak jadi melanjutkan sekolah tahun ini. 

Suka tidak suka, mau tidak mau harus menunggu tahun depan, hanya karena ulah Nahkoda KM Sabuk Nusantara 34 dan tidak tegasnya PT PELNI Ambon dan Petugas Syahbandar yang ada di Provinsi Maluku." Sekolah saya bagaimana ini, saya harus kembali untuk sekolah di timika papua, kalo sudah begini saya pasrah saj". Ujar wempie yance saily ketika di hubungi Jejak Kasus Perwakilan Papua via HPnya.
Begitu juga dengan nasib beberapa karyawan perusahan swasta yang harus bersiap siap untuk kehilangan pekerjaannya, hanya krn kapal tersebut tidak masuk pelabuhan dawelor dawera. 

Menginggat masih terisolirnya daerah tersebut dan susahnya transportasi laut antar pulau sehingga kalo sudah begini masyarakat dawelo dawera hanya bisa pasrah saja.
Dari pantauan Jejakkasus.info, beberapa waktu lalu yang pernah berlayar dengan KM Sabuk Nusantara 34 beberapa waktu lalu, infonya, KM Sabuk Nusantara 34 di kelolah oleh PT PELNI dan bernaung di bawah PEMDA Maluku Tenggara Barat ini, sangat lah tidak manusiawi. 

Dari segi kebersihan, kapal ini sangat bersih karena memang kapalnya masih baru, Eronisnya, kapal ini sering masuk di pelabuhan dawelor dawera antara pukul 01 sampai pukul  02 pagi, senang berlabuh di luar teluk, Entah kenapa sang Nahkoda lebih senang berlabuh di luar teluk dan enggan untuk berlabuh di dalam teluk.
Di duga karena nahkoda tidak mau ambil resiko karena sangat gelap saat memasuki pelabuhan dawelor dawera pada jam jam menjelang pagi pukul 01:00 wib atau pukul 02:00 wib.
Hal inipun di rasakan wartawan Jejak kasus .
Perlu di ketahui bahwa di dawelor dawera belum ada PLN ataupun Lampu, Sehingga sangatlah gelap saat kapal masuk dawelor dawera pada jam jam seperti itu.
Hal ini yang membuat warga kedua pulau menduga bahwa, nahkoda kapal tersebut tidak berani masuk ke dalam teluk karena gelap. Atau juga karena kepentingan hoby mancing Nahkoda dan ABK kapal sehingga kapal sengaja tidak masuk teluk dan berlabuh di luar teluk karena banyak ikannya. 

Hal ini di buktikan dengan setiap kapal tersebut berlabuh hampir semua abk kapal sudah mulai mancing, yg otomatis mengganggu proses sandar perahu perahu masyrakat ke badan kapal. "
Kapal itu memang maunya berlabuh di luar teluk karena mungkin nahkoda takut masuk teluk karen sangat gelap jadi nahkoda tidak mau ambil resiko. 

Atau kapal tersebut sengaja berlabuh di luar teluk krn mereka abk kapal hobinya mancing. Buktinya kita mau sandar di kapal sj susah krn pancingannya ABK kapal sangat banyak dan mengelilingi kapal.
Untuk itu kami masyrakat dawelor dawera memintah kepada PT PELNI, Syahbandar dan dinas terkait melihat hal ini.
Kalo bisa kapal ini harus masuk dawelor pagi atau siang. Soalnya di sini dermaga belum jadi, lampu tidak ada Jadi kami sangat sengsara, Kalo bisa harus sama dgn KM Maloli dan KM Sabuk Nusantara yg masuk Dawelor dan Dawera selalu pagi atau siang.
Kalo mau masuk malam di pelabuhan yang ada dermaga dan lampu Jangan di dawelor dawera karena sangat tidak manusiawi, Ujar Oimar. 

Dari data yang ada, penumpang tujuan dawelor dawera sering terbawah ke pelabuhan tepa karena kapal masuk dan berlabuh jam 01 atau 02 subuh. Dan perahu penjemput belum datang atau belum sampai di kapal, tetapi kapal sudah jalan, kejadian seperti ini yang sering terjadi bahkan pernah terjadi kecelakaan perahu penjemput tenggalam hanya karena cepat cepat mau jemput penumpang di kapal karena takut terbawa ke pelabuhan tepa.
Hal ini harus di perhatikan oleh pihak terkait. Jangan tunggu korban baru bertindak’ Ujar Ketty Raprap.
Untuk itu masyarakat dawelor dawera meminta kepada PT Pelni, Dirjend Hubla dan Pemda Maluku Barat Daya agar dapat melihat persoalan ini. 

Kepala Kantor PELNI Ambon, yang di hubungi wartawan koran ini via Sms, tidak merepon atau membalas sms wartawan koran ini. Kepala Kantor PELNI Saumlaki Maluku Tenggara Barat, Bpk Obeth Manuhua. Yg di hubungi via sms mengatakan bahwa, waktu kapal keluar dari tepa menuju dawelor, karena cuaca buruk dengan kecepatan angin timur tenggara 20 s/d 30 knot dengan ketinggian ombak 5 sampai 6 meter, maka nahkoda mempertimbangkan demi keselamatan penumpang dan abk serta kapal, maka kapal melanjutkan perjalanan langsung menuju pelabuhan saumlaki, Ini memang murni masalah cuaca. 

Sementara mengenai seringnya kapal tersebut masuk pelabuhan dawelor dawera jam 01 atau 02 subuh, menurutnya adalah itu sudah sesuai jadwal. Karena kalo tidak berarti akan mempengaruhi di pelabuhan yang lain.
Kepala kantor syahbandar Saumlaki, Ibu Ece Peris yg di hubungi via sms mengatakan bahwa, kalau mau di konfirmasih, saya tunggu di kantor karena ada berita acaranya. 

Ketika di infokan bahwa wartawan koran ini tidak di saumlaki dan berada di luar saumlaki, Ibu Ece Peris tetap menjawab bahwa, untuk konfirmasi, saya tunggu di kantor (Ferry).

Tidak ada komentar: